Hubungi kami +62218763609

Maraqi Al-'Ubudiyah Pijakan Spiritual bagi Hamba dalam Mengenal Tuhan

Rp95.000
Penulis Syekh Nawawi Al-Bantani
Kategori Tasawuf & Penyucian Jiwa
Fikih & Ibadah
Halaman 374
Kertas Bookpaper
Jenis Cover Hard cover
ISBN 978-602-5426-23-0
Berat 400 gram
Dimensi 14,8 x 21 cm

Maraqi Al-’Ubudiyyah ditulis oleh ulama Nusantara Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani. Kitab ini merupakan syarah (penjelasan) dari kitab Bidayatul Hidayah karya Hujjatul Islam Imam Ghazali. Kitab ini tergolong unik, karena di samping membahas perihal tasawuf sebagaimana matan Bidayatul Hidayah itu sendiri, Syekh Nawawi juga menambahkan pembahasan tentang fiqih. Syekh Nawawi membagi kitab ini kedalam dua bagian, fiqih dan tasawuf. Perpaduan ini menjadikan kitab ini lebih istimewa dipelajari secara seksama. 

Ada kisah menarik terkait penulisan kitab syarah ini. Di tengah proses penulisan kitab Maraqi Al-’Ubudiyah, minyak lampunya habis dan kondisi gelap gulita. Kebetulan saat itu Syekh Nawawi sedang melakukan rihlah menggunakan Haudjad (rumah-rumahan di atas unta). Beliau yang kesulitan untuk menulis kemudian berdoa kepada Allah, jika sekiranya kitabnya ini baik dan bisa bermanfaat bagi umat, maka beliau meminta agar Allah memberikannya cahaya. Dengan izin Allah tiba-tiba jempol kaki beliau (riwayat lain menyebutkan jempol tangan kiri) menyala, layaknya sebuah lilin, hingga akhirnya beliau bisa menyelesaikan kitabnya tersebut. Bekas hitam akibat nyala api di jempol itu masih membekas hingga beliau wafat.

Tentang Penulis: Syekh Nawawi Al-Bantani

Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani (1815-1897 M) adalah seorang ulama Indonesia yang karya-karyanya dikenal luas dalam dunia Islam. Nisbat al- Bantani yang ada dibelakang namanya sebagai pertanda bahwa beliau berasal dari Banten, Indonesia. Beliau adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis. 

Karyanya meliputi bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, hadits dan lainnya. Jumlah karyanya mencapai tidak kurang dari 115 kitab. Sebagian besar karya yang sudah masuk penerbitan sampai sekarang masih dipelajari di pesantren-pesantren tradisional.

Beliau lahir pada tahun 1230 H/1815 H dengan nama Muhammad Nawawi. Ayahnya bernama Umar bin Arabi, seorang penghulu yang bila diurutkan nasabnya sampai kepada Pangeran Hasanudin, sultan Banten. Sedang ibunya bernama Zubaedah.