Hubungi kami +62218763609

Melihat Tuhan Ala Senori Nalar Teologi Kiai Abul Fadhol

Rp65.000
Penulis Abdul Munim Cholil, Lc., M.Ag.
Editor Akhmad Dulfikar
Kategori Tasawuf & Penyucian Jiwa
Halaman 184
Kertas Bookpaper
Jenis Cover Soft
Berat 215 gram
Dimensi 14
Buku ini ditulis Abdul Munim Cholil sebagai pengajar dan sekaligus pemerhati ilmu kalam. Kali ini, ia menjatuhkan pilihannya pada karya fenomenal Kiai Abul Fadhol Senori yang berjudul Ad-Durr Al-Farid Syarh Jauharah At-Tauhid sebagai objek kajian. Menurutnya, meski Kiai Abul Fadhol Senori tak pernah mengenyam pendidikan di Timur-Tengah, tetapi dengan kejeniusannya ia dapat melahirkan sebuah karya dalam bahasa Arab yang ensiklopedis dalam ilmu kalam. Munim berhasil memotret bagaimana Kiai Abul Fadhol Senori ‘melihat’ Tuhan dalam nalar teologis Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Dari sisi ilâhîyât (ketuhanan), Munim berhasil menganalisis teori tanzîh (penyucian) yang dipaparkan Kiai Abul Fadhol Senori. Tuhan bukan makhluk. Kalau Tuhan mendeskripsikan Zat-Nya seperti makhluk maka ia harus ditakwil dengan makna yang layak sesuai kesucian-Nya. Demikian soal perbuatan manusia, apakah ia bebas atau terbatas? Maka muncullah teori “kasb” yang dijelaskan secara gamblang oleh Munim. Tak hanya itu, Munim juga berhasil menampakkan sikap Kiai Abul Fadhol Senori sebagai sosok yang moderat dalam berpolitik. Ia memotret nalar politik Kiai Abul Fadhol Senori, khususnya saat ia menilai perdebatan para sahabat Nabi Saw. Secara adem-ayem, Munim berhasil membidik sikapnya bahwa politik hanya soal ijtihad. Para Sahabat itu berijtihad, dan hasil ijtihad mereka tidak sama. Karenanya Kiai Abul Fadhol Senori sama sekali tak menyinggung sistem khilafah secara khusus, sebab dalam keyakinan Ahlu Sunnah wal Jama’ah sistem pemerintahan hanyalah instrumen yang belum final. Ia bukan persoalan akidah, tetapi ini soal fikih, karena itulah harus disikapi secara fikih. Ringkasnya, buku ini merupakan potret pemikiran Kiai Abul Fadhol Senori, seorang “‘alim ‘allamah” yang khumul (menutup diri), tetapi keilmuannya menyamudera. Ada banyak hikmah yang disajikan dalam pemotretan Munim terhadap sosoknya. Soal dedikasi, keuletan dan keteguhan menjadi bekal dari seorang santri untuk menjadi seorang “‘alim ‘allâmah” Maka tak heran jika Mbah Fadhol mampu ‘melihat’ Tuhan dengan nalarnya. Untuk Anda semua, kami persembahkan buku ini!

Maaf, belum ada data tentang penulis Abdul Munim Cholil, Lc., M.Ag.