Hubungi kami +62218763609

Tarjamah Sabilul ‘Abid ‘Ala Jauharah at-Tauhid

Rp105.000
Penulis KH. Sholeh Darat
Penerjemah Miftahul Ulum, Agustin Mufarohah
Kategori Tasawuf & Penyucian Jiwa
Halaman 456
Kertas Bookpaper
Jenis Cover Soft cover
ISBN 978-602-1361-31-2
Berat 300 gram
Dimensi 14,8 x 21 cm

Buku bertajuk “Tarjamah Sabîlul ‘Abid ‘Ala Jauharah at-Tauhid” karya KH. Sholeh Darat merupakan syarah kitab “Jauharah at-Tauhîd” karya Syekh Ibrahim al-Laqqani. Ibrahim al-Laqqani merupakan seorang ulama bermadzhab Maliki dan termasuk seorang sufi dan seorang ahli kalam. Oleh karena itu, tidak heran jika dalam kitabnya ini kita temukan pembahasan tasawuf dan akhlak. Beliau juga beraliran Asy’ariyah, hal ini tampak melalui counternya terhadap pemikiran Muktazilah, Jabariyah, dan Qadariyah yang berkembang pada saat itu.

Kitab “Tarjamah Sabîlul ‘Abid ‘Ala Jauharah at-Tauhid” ini memiliki keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab syarah Jauharah at-Tauhid yang lain. Selain karena berbahasa Jawa yang kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, juga karena bahasanya yang sederhana dan pembahasannya yang ringkas, tetapi memuat hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat awam untuk memahami ilmu tauhid, tanpa dipusingkan oleh istilah-istilah dalam ilmu tauhid yang sangat rumit. Selain itu, kitab ini tidak hanya membahas masalah tauhid, tetapi juga membahas masalah tasawuf dan akhlak.

Dalam masalah tauhid, kitab ini membahas lima puluh akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Lima puluh akidah ini wajib diketahui oleh masyarakat awam secara terperinci dan wajib mengetahui dalilnya secara global. Buku ini juga membahas rukun iman dan berbagai macam hal yang wajib diketahui dan diyakini oleh setiap umat Islam, seperti hisab, syafaat Rasulullah, shirâth, ruh, dibangkitkan dari kubur, surga dan neraka, dan lainnya.

Tentang Penulis: KH. Sholeh Darat

KH. Sholeh Darat bernama lengkap, Muhammad Sholeh bin Umar al- Samarani, atau lebih dikenal dengan sebutan kiai Sholeh Darat. Kiai Sholeh Darat memiliki riwayat pendidikan yang cukup panjang. Apalagi, ayahnya berkeinginan kuat mengantarkan Sholeh Darat menjadi ulama yang berpendidikan. Tak bisa dipungkiri, Kiai Sholeh Darat memiliki reputasi keilmuan yang sahih dan diakui, baik di tanah Jawa, Haramain, juga kawasan Asia. Beliau termasuk jajaran Kiai yang berpikir visioner dan out of the box, di saat kiai-kiai lain masih melarang penerjemahan al-Qur’an kedalam bahasa selain Arab. Beliau berani melawan arus tradisi dengan menulis Tafsir Faid ar-Rahman dalam bahasa pegon.