Tarjamah Sabilul ‘Abid ‘Ala Jauharah at-Tauhid
| Penulis |
KH. Sholeh Darat |
| Penerjemah | Miftahul Ulum, Agustin Mufarohah |
| Kategori |
Tasawuf & Penyucian Jiwa |
| Halaman | 427 |
| Kertas | Bookpaper |
| Jenis Cover | Soft cover |
| ISBN | 978-602-1361-31-2 |
| Berat | 408 gram |
| Dimensi | 14,8 x 21 cm |
Buku bertajuk “Tarjamah Sabîlul ‘Abid ‘Ala Jauharah at-Tauhid” karya KH. Sholeh Darat merupakan syarah kitab “Jauharah at-Tauhîd” karya Syekh Ibrahim al-Laqqani. Ibrahim al-Laqqani merupakan seorang ulama bermadzhab Maliki dan termasuk seorang sufi dan seorang ahli kalam. Oleh karena itu, tidak heran jika dalam kitabnya ini kita temukan pembahasan tasawuf dan akhlak. Beliau juga beraliran Asy’ariyah, hal ini tampak melalui counternya terhadap pemikiran Muktazilah, Jabariyah, dan Qadariyah yang berkembang pada saat itu.
Kitab “Tarjamah Sabîlul ‘Abid ‘Ala Jauharah at-Tauhid” ini memiliki keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab syarah Jauharah at-Tauhid yang lain. Selain karena berbahasa Jawa yang kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, juga karena bahasanya yang sederhana dan pembahasannya yang ringkas, tetapi memuat hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat awam untuk memahami ilmu tauhid, tanpa dipusingkan oleh istilah-istilah dalam ilmu tauhid yang sangat rumit. Selain itu, kitab ini tidak hanya membahas masalah tauhid, tetapi juga membahas masalah tasawuf dan akhlak.
Dalam masalah tauhid, kitab ini membahas lima puluh akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Lima puluh akidah ini wajib diketahui oleh masyarakat awam secara terperinci dan wajib mengetahui dalilnya secara global. Buku ini juga membahas rukun iman dan berbagai macam hal yang wajib diketahui dan diyakini oleh setiap umat Islam, seperti hisab, syafaat Rasulullah, shirâth, ruh, dibangkitkan dari kubur, surga dan neraka, dan lainnya.
Tentang Penulis: KH. Sholeh Darat
KH. Sholeh Darat bernama lengkap, Muhammad Sholeh bin Umar al- Samarani, atau lebih dikenal dengan sebutan kiai Sholeh Darat. Kiai Sholeh Darat memiliki riwayat pendidikan yang cukup panjang. Apalagi, ayahnya berkeinginan kuat mengantarkan Sholeh Darat menjadi ulama yang berpendidikan. Tak bisa dipungkiri, Kiai Sholeh Darat memiliki reputasi keilmuan yang sahih dan diakui, baik di tanah Jawa, Haramain, juga kawasan Asia. Beliau termasuk jajaran Kiai yang berpikir visioner dan out of the box, di saat kiai-kiai lain masih melarang penerjemahan al-Qur’an kedalam bahasa selain Arab. Beliau berani melawan arus tradisi dengan menulis Tafsir Faid ar-Rahman dalam bahasa pegon.
Produk Pilihan
Mozaik Tafsir Indonesia
Membongkar Kedok Jihad Wahabi
Jalan Hamba Menuju Pintu Taqwa
Anti Panik Ketemu Jenazah
C. Snouck Hurgronje dan Wajah Islamnya
Tabaruk Sahabat
Rokok Haram, Kata Siapa?